![]() |
| Game Tales from the Borderlands |
Sejak review saat saya mengetahui perusahaan pembuat game Telltale akan segera merilis download game komputer PC (Personal Computer) Tales from the Borderlands, saya sudah merasa tidak sabar lagi untuk dapat segera memainkan serta me-review game Tales from the Borderlands ini. Game Tales from the Borderlands ini sejatinya adalah sebuah game yang bergenre shooter dengan penuh aksi tembak-menembak secara brutal ini tiba-tiba akan beralih sementara menjadi game ke genre adventure (petualangan). Sebagai salah satu gamer pecinta seri game Borderlands, saya tidak pernah terlalu merasa sangat khawatir dengan adanya perubahan yang sangat drastis di dalam genre game tersebut. Sebab, hal ini sudah bukan menjadi rahasia lagi apabila game yang telah dikeluarkan oleh Perusahaan pembuat game Telltale yang akan selalu berkelas dikarenakan cerita yang disuguhkan selalu memiliki standar cerita yang ratusan kali lipat lebih baik dan bagus.
Baru setelah sekitar semingguan yang lalu saya telah memberi review tentang Game of Thrones – Seri game yang merupakan keluaran dari perusahaan pembuat game A Telltale Game Series. Sekarang saatnya saya akan membahas tentang game Tales from the Borderlands. Hitung-hitung agar kamu sebagai gamer tidak terlampau sangat galau untuk menanti kedatangan episode kedua game Game of Thrones tersebut.
Para gamer yang telah memainkan game Tales from the Borderlands pada hari pertama peluncurannya, yaitu pada tanggal 11 Desember 2014 di dalam platform iOS dapat menggunakan iPad, bagi para gamer yang tidak memiliki iPad kamu juga dapat memainkan game Tales from the Borderlands ini di komputer PC (Personal Computer), Mac, PS PlayStation 3, PS PlayStation 4, Xbox One, Xbox 360, serta PS Vita. Hampir di dalam semua platform game untuk masa kini akan mendapatkan jatah untuk dapat memainkan game Tales from the Borderlands. Bukankah hal ini sangat impresif sekali bukan?
Janganlah para gamer menghabiskan stok rasa kesenanganmu terlebih dahulu, karena akan ada banyak sekali hal-hal yang sangat luar biasa yang akan kamu baca lagi di dalam review ini.
Baru setelah sekitar semingguan yang lalu saya telah memberi review tentang Game of Thrones – Seri game yang merupakan keluaran dari perusahaan pembuat game A Telltale Game Series. Sekarang saatnya saya akan membahas tentang game Tales from the Borderlands. Hitung-hitung agar kamu sebagai gamer tidak terlampau sangat galau untuk menanti kedatangan episode kedua game Game of Thrones tersebut.
Para gamer yang telah memainkan game Tales from the Borderlands pada hari pertama peluncurannya, yaitu pada tanggal 11 Desember 2014 di dalam platform iOS dapat menggunakan iPad, bagi para gamer yang tidak memiliki iPad kamu juga dapat memainkan game Tales from the Borderlands ini di komputer PC (Personal Computer), Mac, PS PlayStation 3, PS PlayStation 4, Xbox One, Xbox 360, serta PS Vita. Hampir di dalam semua platform game untuk masa kini akan mendapatkan jatah untuk dapat memainkan game Tales from the Borderlands. Bukankah hal ini sangat impresif sekali bukan?
Janganlah para gamer menghabiskan stok rasa kesenanganmu terlebih dahulu, karena akan ada banyak sekali hal-hal yang sangat luar biasa yang akan kamu baca lagi di dalam review ini.
Cerita di dalam game Tales from the Borderlands mengambil setting cerita setelah kematian seorang Handsome Jack di game Borderlands 2. Saya hanya akan menceritakan secara garis besar pada awal ceritanya saja, jadi kamu sebagai gamer tidak perlu terlalu khawatir akan dapat menemukan beberapa spoiler di dalam review ini. Di awal cerita game Tales from the Borderlands digambarkan suatu aktivitas di perusahaan manufaktur yang bernama Hyperion yang tetap berjalan seperti biasanya sejak sepeninggalan seorang Handsome Jack. Ada seorang karyawan yang bernama Hyperion (ya jelas, kamu para gamer yang sama sekali tidak sedang memainkan seorang Vault Hunter) yang bernama seorang Rhys yang saat itu sedang berbahagia dikarenakan jabatannya yang akan dipromosikan tetapi secara tidak disangka ia malah menjadi di mutasi ke divisi-nya office boy. Karena seorang Rhys tidak terima, Rhys kemudian terbang menuju Pandora untuk bisa mengubah nasib yang sangat tragis tersebut.
Apakah hanya sedangkal itu cerita game Tales from the Borderlands nya? Tentu saja tidak, dikarenakan seiring dengan berjalannya waktu kamu sebagai gamer akan menemukan banyak hal yang teramat sangat menarik sekali yang sepertinya tidak bisa saya ungkapkan melalui tulisan review game Tales from the Borderlands di sini dikarenakan bisa membuat para pembenci spoiler akan langsung mengutuki saya di dalam komentar bawah. Pertanyaan yang selanjutnya adalah mengapa seorang Rhys telah memutuskan pergi dan pindah ke Pandora serta apa yang akan Rhys lakukan di dalam planet utama dari seri game Borderlands tersebut? Anda sebagai gamer bisa menemukan sendiri jawabannya dengan memainkan sendiri game Tales from the Borderlands ini ya, dan dijamin kamu sebagai gamer tidak akan pernah menyesal begitu telah mendengar jawabannya.
Para Gamer Dapat Menikmati Cerita Game Tales from the BorderlandsBeralih kepada kesan yang saya selama ini telah memainkan game Tales from the Borderlands, saya telah melihat bahwa keunggulan dari game Tales from the Borderlands ini adalah bisa dinikmati oleh semua para gamer baik yang telah mengikuti jalan cerita di dalam game Borderlands Series sejak dari awal maupun para gamer yang tidak atau pun belum pernah mengikuti jalan cerita di dalam seri game Borderlands sama sekali.
Ya, atau mungkin banyak para gamer yang pemahaman ceritanya tidak akan pernah sedalam gamer yang telah mengikuti cerita di dalam game seri Borderlands, tetapi saya sangat yakin bahwa cerita di dalam game Tales from the Borderlands ini akan tetap lebih seru bagi kalian para gamer. Paling tidak kalian sebagai gamer akan sangat terpuaskan dengan adanya berbagai macam adegan yang dapat membuat banyak penasaran di dalam game Tales from the Borderlands ini.
Dua Karakter Untuk Satu Jalan Cerita Game Tales from the BorderlandsAdegan-adegan yang ditampilkan di dalam game Tales from the Borderlands akan tampak membuat penasaran para gamer. Hal ini dikarenakan perusahaan pembuat game Telltale begitu pintar dan pandai di dalam melakukan beberapa pemotongan adegan. Kamu sebagai gamer bisa memainkan kedua tokoh utama yang protagonis. Selain para gamer dapat memainkan seorang tokoh Rhys, kamu sebagai gamer juga akan bisa memainkan seorang wanita yang bernama Fiona. Kamu sebagai gamer juga akan disuguhkan dengan beberapa adegan di antara kejadian yang akan menimpa Rhys serta Fiona secara bergantian. Adegan di antara kedua tokoh utama ini sering kali berada di tempat yang berbeda, namun di dalam waktu yang bersamaan serta hebatnya lagi kedua tokoh tersebut bisa saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya. Hal tersebut dapat membuat saya juga semakin berdecak kagum kepada semua anggota dari perusahaan pembuat game Telltale yang telah terlibat di dalam pengembangan game Tales from the Borderlands.
Hal yang dapat membuat game Tales from the Borderlands semakin menarik adalah adanya interface pemilihan dialog yang telah disuguhkan di antara Rhys serta Fiona juga akan tampak berbeda. Tampilan fitur interface dari pemilihan dialog seorang Rhys akan tampak sangat Hyperion sekali dengan hanya mengandalkan gaya yang sangat digital dan modern sedangkan tampilan fitur interface pemilihan dialog dari seorang Fiona akan lebih kepada arah gaya koboi. Kedua tampilan fitur interface ini tentu sama-sama sangat enak dan nyaman sekali untuk dipandang.
Tidak hanya berbeda dari interface, namun cara bermain di dalam game Tales from the Borderlands dari dua karakter tersebut juga dapat dibedakan. Jika kamu sebagai gamer memakai tokoh Rhys, maka ketika kamu sedang di dalam tahap eksplorasi bebas kamu tidak akan hanya dapat melakukan atau pun ‘lihat’ atau hanya ‘action‘ saja, namun kamu juga akan diberi sebuah skill scanning yang biasanya melalui mata robot di sebelah kanannya yang berarti kamu juga bisa melihat detail-detail hal tersembunyi dari sebuah benda yang tidak bisa diteliti hanya dengan menggunakan mata telanjang. Hal tersebut telah menjadikan eksplorasi kamu di dalam game Tales from the Borderlands akan menjadi lebih panjang serta lebih mendetail apabila dibandingkan dengan eksplorasi-eksplorasi yang ada di dalam game Telltale lainnya, contohnya seperti di dalam game The Wolf Among Us atau pun The Walking Dead.
Hal yang berbeda dengan skill dari seorang Rhys, apabila kamu memainkan seorang Fiona maka kamu akan diberi tampilan fitur interface tambahan yaitu tampilan fitur interface yang menginfokan beberapa jumlah uang yang telah kamu miiki. Uang yang telah kamu miliki bisa dipergunakan untuk mempengaruhi jalan cerita di dalam game Tales from the Borderlands. Salah satu contohnya, yaitu uangnya bisa digunakan untuk menyogok seseorang supaya melakukan sesuatu. Fiona bisa dengan mudah mengumpulkan uang dari beberapa adegan-adegan khusus maupun ketika sedang memasuki suatu tahap eksplorasi.
QTE Game Tales from the Borderlands yang Setia Menemani Kamu
Hal yang sama seperti game Borderlands dalam versi yang sudah-sudah, kamu juga akan sering menikmati beberapa aksi-aksi QTE. QTE yang disajikan di dalam game Tales from the Borderlands ini hampir semuanya tergolong QTE yang standar, contohnya seperti swipe ke suatu arah tertentu atau pun dengan cara menekan tombol secara tepat.
Namun ada salah satu QTE yang sangat berkesan di dalam hati saya yaitu pada saat salah satu karakter kita harus bisa merakit robot, karena itu coba saja kamu mainkan sendiri sehingga kamu akan mengetahui perasaan yang saya maksud.
Game Tales from the Borderlands Sangat Baik dari Segi Presentasi
Di dalam dunia game Borderlands yang ditampilkan game Tales from the Borderlands juga sangat layak diacungi jempol. Dunia Pandora yang sangat terasa sama seperti pada seri-seri game Borderlands sebelumnya. Saat ini pun desain dari karakter beserta gaya coretan khas dari game Borderlands juga telah ditampilkan dengan sempurna di dalam game Tales from the Borderlands. Walaupun sebenarnya tidak sangat mengejutkan mengingat tampilan game Borderlands serta game dari Telltale tergolong mirip.
Lebih menariknya lagi, tampilan fitur interface menu yang biasa kamu jumpai di dalam game Borderlands akan kamu jumpai juga secara persis di dalam game Tales from the Borderlands ini. Baik dari menu dasar game, menu pada saat karakter kamu mengakses suatu inventory, bahkan menu pada saat karakter kamu mengakses suatu map pun telah didesain dengan sangat persis, karena itu saya dapat menilai bahwa game Tales from the Borderlands sama sekali tidak akan pernah merusak franchise dari game Borderlands.
Game Tales from the Borderlands Dibagi ke dalam Lima EpisodeGame Tales from the Borderlands dibanderol dengan harga yang cukup luayan, yaitu sebesar Rp. 60.000 tiap episode. Untuk episode game Borderlands yang pertama ini memiliki playtime di antara dua setengah sampai tiga jam permainan. Total secara keseluruhan akan terdapat lima episode game Borderlands yang dapat kamu nikmati serta di dalam episode game Borderlands yang pertama ini bagi saya merupakan suatu langkah yang sangat baik yang akan dapat membuat para gamer semakin memiliki rasa penasaran dengan episode-episode dari game Borderlands berikutnya. Oh iya, sebagai tambahan informasi perusahaan pembuat game Telltale juga telah menyediakan Season Pass dari mulai episode kedua sampai kelima dengan harga Rp. 169.000 yang berarti kamu bisa menghemat sampai kurang lebih Rp. 80.000 apabila kamu membeli Season Pass dibandingkan dengan apabila kamu membeli episode game Borderlands-nya dengan cara satu per satu.
Kesimpulan dari Game Tales from the Borderlands
Apabila kita ditarik kesimpulan saya akan sangat puas sekali dengan apa yang telah disajikan oleh game Tales from the Borderlands episode kesatu ini. Saya akan semakin mencintai franchise dari game Borderlands dan sudah tidak sabar lagi menunggu episode kedua yang tidak tahu kapan akan dirilis, dan pastinya begitu episode kedua dirilis saya akan langsung memainkan game Borderlands-nya di hari pertama juga.
Apakah hanya sedangkal itu cerita game Tales from the Borderlands nya? Tentu saja tidak, dikarenakan seiring dengan berjalannya waktu kamu sebagai gamer akan menemukan banyak hal yang teramat sangat menarik sekali yang sepertinya tidak bisa saya ungkapkan melalui tulisan review game Tales from the Borderlands di sini dikarenakan bisa membuat para pembenci spoiler akan langsung mengutuki saya di dalam komentar bawah. Pertanyaan yang selanjutnya adalah mengapa seorang Rhys telah memutuskan pergi dan pindah ke Pandora serta apa yang akan Rhys lakukan di dalam planet utama dari seri game Borderlands tersebut? Anda sebagai gamer bisa menemukan sendiri jawabannya dengan memainkan sendiri game Tales from the Borderlands ini ya, dan dijamin kamu sebagai gamer tidak akan pernah menyesal begitu telah mendengar jawabannya.
Para Gamer Dapat Menikmati Cerita Game Tales from the BorderlandsBeralih kepada kesan yang saya selama ini telah memainkan game Tales from the Borderlands, saya telah melihat bahwa keunggulan dari game Tales from the Borderlands ini adalah bisa dinikmati oleh semua para gamer baik yang telah mengikuti jalan cerita di dalam game Borderlands Series sejak dari awal maupun para gamer yang tidak atau pun belum pernah mengikuti jalan cerita di dalam seri game Borderlands sama sekali.
Ya, atau mungkin banyak para gamer yang pemahaman ceritanya tidak akan pernah sedalam gamer yang telah mengikuti cerita di dalam game seri Borderlands, tetapi saya sangat yakin bahwa cerita di dalam game Tales from the Borderlands ini akan tetap lebih seru bagi kalian para gamer. Paling tidak kalian sebagai gamer akan sangat terpuaskan dengan adanya berbagai macam adegan yang dapat membuat banyak penasaran di dalam game Tales from the Borderlands ini.
Dua Karakter Untuk Satu Jalan Cerita Game Tales from the BorderlandsAdegan-adegan yang ditampilkan di dalam game Tales from the Borderlands akan tampak membuat penasaran para gamer. Hal ini dikarenakan perusahaan pembuat game Telltale begitu pintar dan pandai di dalam melakukan beberapa pemotongan adegan. Kamu sebagai gamer bisa memainkan kedua tokoh utama yang protagonis. Selain para gamer dapat memainkan seorang tokoh Rhys, kamu sebagai gamer juga akan bisa memainkan seorang wanita yang bernama Fiona. Kamu sebagai gamer juga akan disuguhkan dengan beberapa adegan di antara kejadian yang akan menimpa Rhys serta Fiona secara bergantian. Adegan di antara kedua tokoh utama ini sering kali berada di tempat yang berbeda, namun di dalam waktu yang bersamaan serta hebatnya lagi kedua tokoh tersebut bisa saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya. Hal tersebut dapat membuat saya juga semakin berdecak kagum kepada semua anggota dari perusahaan pembuat game Telltale yang telah terlibat di dalam pengembangan game Tales from the Borderlands.
Hal yang dapat membuat game Tales from the Borderlands semakin menarik adalah adanya interface pemilihan dialog yang telah disuguhkan di antara Rhys serta Fiona juga akan tampak berbeda. Tampilan fitur interface dari pemilihan dialog seorang Rhys akan tampak sangat Hyperion sekali dengan hanya mengandalkan gaya yang sangat digital dan modern sedangkan tampilan fitur interface pemilihan dialog dari seorang Fiona akan lebih kepada arah gaya koboi. Kedua tampilan fitur interface ini tentu sama-sama sangat enak dan nyaman sekali untuk dipandang.
Tidak hanya berbeda dari interface, namun cara bermain di dalam game Tales from the Borderlands dari dua karakter tersebut juga dapat dibedakan. Jika kamu sebagai gamer memakai tokoh Rhys, maka ketika kamu sedang di dalam tahap eksplorasi bebas kamu tidak akan hanya dapat melakukan atau pun ‘lihat’ atau hanya ‘action‘ saja, namun kamu juga akan diberi sebuah skill scanning yang biasanya melalui mata robot di sebelah kanannya yang berarti kamu juga bisa melihat detail-detail hal tersembunyi dari sebuah benda yang tidak bisa diteliti hanya dengan menggunakan mata telanjang. Hal tersebut telah menjadikan eksplorasi kamu di dalam game Tales from the Borderlands akan menjadi lebih panjang serta lebih mendetail apabila dibandingkan dengan eksplorasi-eksplorasi yang ada di dalam game Telltale lainnya, contohnya seperti di dalam game The Wolf Among Us atau pun The Walking Dead.
Hal yang berbeda dengan skill dari seorang Rhys, apabila kamu memainkan seorang Fiona maka kamu akan diberi tampilan fitur interface tambahan yaitu tampilan fitur interface yang menginfokan beberapa jumlah uang yang telah kamu miiki. Uang yang telah kamu miliki bisa dipergunakan untuk mempengaruhi jalan cerita di dalam game Tales from the Borderlands. Salah satu contohnya, yaitu uangnya bisa digunakan untuk menyogok seseorang supaya melakukan sesuatu. Fiona bisa dengan mudah mengumpulkan uang dari beberapa adegan-adegan khusus maupun ketika sedang memasuki suatu tahap eksplorasi.
QTE Game Tales from the Borderlands yang Setia Menemani Kamu
Hal yang sama seperti game Borderlands dalam versi yang sudah-sudah, kamu juga akan sering menikmati beberapa aksi-aksi QTE. QTE yang disajikan di dalam game Tales from the Borderlands ini hampir semuanya tergolong QTE yang standar, contohnya seperti swipe ke suatu arah tertentu atau pun dengan cara menekan tombol secara tepat.
Namun ada salah satu QTE yang sangat berkesan di dalam hati saya yaitu pada saat salah satu karakter kita harus bisa merakit robot, karena itu coba saja kamu mainkan sendiri sehingga kamu akan mengetahui perasaan yang saya maksud.
Game Tales from the Borderlands Sangat Baik dari Segi Presentasi
Di dalam dunia game Borderlands yang ditampilkan game Tales from the Borderlands juga sangat layak diacungi jempol. Dunia Pandora yang sangat terasa sama seperti pada seri-seri game Borderlands sebelumnya. Saat ini pun desain dari karakter beserta gaya coretan khas dari game Borderlands juga telah ditampilkan dengan sempurna di dalam game Tales from the Borderlands. Walaupun sebenarnya tidak sangat mengejutkan mengingat tampilan game Borderlands serta game dari Telltale tergolong mirip.
Lebih menariknya lagi, tampilan fitur interface menu yang biasa kamu jumpai di dalam game Borderlands akan kamu jumpai juga secara persis di dalam game Tales from the Borderlands ini. Baik dari menu dasar game, menu pada saat karakter kamu mengakses suatu inventory, bahkan menu pada saat karakter kamu mengakses suatu map pun telah didesain dengan sangat persis, karena itu saya dapat menilai bahwa game Tales from the Borderlands sama sekali tidak akan pernah merusak franchise dari game Borderlands.
Game Tales from the Borderlands Dibagi ke dalam Lima EpisodeGame Tales from the Borderlands dibanderol dengan harga yang cukup luayan, yaitu sebesar Rp. 60.000 tiap episode. Untuk episode game Borderlands yang pertama ini memiliki playtime di antara dua setengah sampai tiga jam permainan. Total secara keseluruhan akan terdapat lima episode game Borderlands yang dapat kamu nikmati serta di dalam episode game Borderlands yang pertama ini bagi saya merupakan suatu langkah yang sangat baik yang akan dapat membuat para gamer semakin memiliki rasa penasaran dengan episode-episode dari game Borderlands berikutnya. Oh iya, sebagai tambahan informasi perusahaan pembuat game Telltale juga telah menyediakan Season Pass dari mulai episode kedua sampai kelima dengan harga Rp. 169.000 yang berarti kamu bisa menghemat sampai kurang lebih Rp. 80.000 apabila kamu membeli Season Pass dibandingkan dengan apabila kamu membeli episode game Borderlands-nya dengan cara satu per satu.
Kesimpulan dari Game Tales from the Borderlands
Apabila kita ditarik kesimpulan saya akan sangat puas sekali dengan apa yang telah disajikan oleh game Tales from the Borderlands episode kesatu ini. Saya akan semakin mencintai franchise dari game Borderlands dan sudah tidak sabar lagi menunggu episode kedua yang tidak tahu kapan akan dirilis, dan pastinya begitu episode kedua dirilis saya akan langsung memainkan game Borderlands-nya di hari pertama juga.

0 komentar:
Post a Comment