Review Game Diablo 2 - Lord of Destruction
![]() |
| Game Diablo II |
Siapa para gamer yang tidak mengenal dengan yang namanya Blizzard di dalam industri dari game yang ada seperti saat ini? Pengembang game Blizzard ini yang sangat terkenal lewat kemampuannya bisa mencetak banyak rekor penjualan banyak game dari hampir untuk semua game yang telah dirilis ini memang sangat fenomenal sekali. Lalu bagaimana tidak? Ketika banyak publisher dan developer lainnya sedang berusaha mati-matian untuk menghasilkan banyak keuntungan lewat kuantitas dari game yang telah dihadirkan, namun pengembang game Blizzard hanya menyediakan sedikit beberapa judul game saja. Namun, dengan judul game yang sangat sedikit itu juga diimbangi dengan kualitas serta strategi marketing penjualan game yang sangat luar biasa sekali bisa sukses. Berapa banyak para gamer yang tidak atau belum pernah memainkan game yang dipublish oleh Blizzard, seperti game Warcraft, game Starcraft, dan game Diablo? Sudah tentu jarang sekali.
Para gamer di platform komputer PC (Personal Computer) untuk generasi masa kini mungkin mengenal engembang game Blizzard untuk pertama kalinya bisa melewati game RTS yang sangat fenomenal bagi mereka para gamer PC (Personal Computer), contohnya, seperti game Warcraft III dan game Starcraft II yang hingga saat ini masih diminati. Namun, untuk kita para gamer yang sempat mencicipi game platform PC (Personal Computer) yang kurang lebih ada 10 tahun-an yang telah lalu, terdapat salah satu game yang bisa cukup membekas di dalam hati adalah game seri Diablo. Game Action-RPG (Role Playing Game) Diablo ini sempat menjadi game yang trendsetter serta sekaligus menjadi ikon dari kebangkitan game genre action-RPG (Role Playing Game) di dalam industri game. Lewat game Diablo jugalah kemudian dunia game mulai mengenal konsep game RPG (Role Playing Game) ala barat yang sangat jauh berbeda sekali dibandingkan dengan yang ditawarkan oleh game dari Negara Jepang.
Sayangnya, dikarenakan adanya keterbatasan dana di masa yang telah lalu, saya tidak punya berkesempatan untuk dapat memainkan seri game Diablo yang pertama kali. Ketika banyak perangkat komputer PC (Personal Computer) telah mulai banyak sekali diminati dan adanya kesempatan untuk bisa merakit sebuah sistem gaming yang paling sederhana sudah dapat dengan mudah dilakukan. Karena itu, game Diablo II bisa langsung menjadi masuk ke dalam katalog permainan game yang wajib dan harus dimainkan. Apalagi terdapat beberapa warnet (warung internet) di masa itu juga telah menyediakan game Diablo II ini serta menawarkan kesempatan untuk dapat bermain secara multiplayer menggunakan koneksi dalam jaringan LAN. Sejak saat itulah game Diablo II ini mulai menguras waktu istirahat dan tidur saya.
Sebagai seorang gamer yang telah terlebih dahulu mencoba memainkan sistem permainan game RPG (Role Playing Game) ala Jepang, game Diablo II ini benar-benar telah hadir dengan menggunakan konsep yang jauh lebih berbeda di masa itu. Game Diablo II ini tidak seperti game Final Fantasy VIII atau game Suikoden II yang sistem permainannya menggunakan sistem giliran untuk dapat bertarung, game Diablo II telah hadir dengan menggunakan sistem pertarungann yang lebih kepada sifat game action. Layaknya sebuah game yang bergenre petualangan biasa yang telah disusupi oleh berbagai elemen game bergenre RPG (Role Playing Game) yang sangat kental. Fitur di dalam game Diablo II ini, seperti: Item, level, equipment, skill, serta berbagai macam quest yang bisa membuat Anda tidak akan bisa berpaling dari game Diablo II ini. Ini adalah game Diablo II yang merupakan salah satu game bergenre Action-RPG (Role Playing Game) paling terbaik yang sudah pernah saya mainkan sendiri.
Plot
Cerita yang paling seru ditawarkan oleh game Diablo II sebenarnya merupakan satu kelanjutan dari seri pertama game Diablo I. Di seri pertama game Diablo I, terdapat sang ksatria yang tidak tau namanya pada akhirnya sang ksatria tersebut berhasil mengalahkan seorang Diablo dan menjamin kebebasan nafas bagi dunia telah kembali. Namun, di dalam perjuangannya itu, sang ksatria juga telah memasukkan sedikit esensinya Diablo ke dalam tubuh sang ksatrianya sendiri. Hal ini dilakukan oleh sang ksatria untuk bisa mendapatkan kekuatan yang lebih jauh dan lebih besar. Namun, justru sebaliknya ternyata elemen yang diperoleh dari Diablo ini justru secara perlahan-lahan telah meracuni serta telah mengambil alih tubuhnya sang Ksatria sendiri, dan telah menjadikannya ancaman yang selanjutnya.
Kita telah berperan sebagai para petualang yang singgah di tempat yang bernama Rogue Encampment. Berkat adanya cerita dari seorang Deckard Cain, sang karakter atau tokoh utama mulai memahami berbagai ancaman yang telah ada di depan matanya. Oleh karena itu, sang karakter akan memutuskan untuk menyelidiki berbagai ancaman serta kelahiran kembali tokoh sang Diablo dan akan berencana untuk dapat menghentikannya. Akhirnya, perjalanan panjang kita pun akan dimulai.
Apa yang Para Gamer Suka dari Diablo II?
Varian Kelas Karakter Tokoh Game Diablo II
Salah satu yang telah membuat para gamer jatuh cinta dengan game Diablo II adalah tersedianya banyak varian kelas karakter yang telah dihadirkan di dalamnya. Ada karakter Barbarian, karakter Assassin, karakter Necromancer, karakter Paladin, karakter Druid, karakter Amazon, dan karakter Sorceress. Setiap dari karakter tersebut memiliki karakteristik dan skill yang sangat jauh berbeda antara satu sama lainnya. Oleh karena itu, diperlukan serta membutuhkan strategi permainan game Diablo II yang berbeda pula. Tidak akan heran jika kemudian game Diablo II telah memiliki replay value yang lumayan cukup tinggi. Ada dua kelas karakter yang menjadi favorit para gamer, yaitu karakter Paladin dan karakter Necromancer. Entah mengapa demikian, karena skill kedua kelas karakter ini terlihat lebih mudah untuk dapat diadaptasikan ke dalam berbagai pertarungan. Apalagi karakter Paladin yang bisa mengandalkan berbagai macam aura untuk bisa meningkatkan status serta daya serangnya.
Leveling Game Diablo II
Kegiatan yang paling banyak menghabiskan waktu di saat memainkan game RPG (Role Playing Game) apapun sudah tentu dan pasti adalah masalah leveling. Berbagai macam usaha untuk dapat menaikkan level serta stats dari beberapa karakter ini memang sangat membutuhkan waktu dan tenaga yang ekstra, namun dengan adanya reward yang terkadang dapat memuaskan para gamer. Ada suatu hal yang cukup membuat para gamer senang dengan adanya sistem leveling dari game Diablo II.
Pertama, mungkin karena adanya musuh yang seringkali datang dalam jumlah yang sangat masif dan dapat membuat Anda tidak perlu lagi banyak bergerak hanya karena sekadar mencari banyak musuh serta leveling up. Kedua, adanya beberapa titik yang bisa menyediakan Experience Shrine yang juga dapat meningkatkan exp yang juga bisa para gamer dapatkan dari tiap musuh yang telah dibunuh dalam suatu waktu tertentu. Ketiga, karena adanya pertarungan yang bergerak jauh dan cepat, sehingga para gamer tidak akan merasakan kehabisan waktu karena adanya berbagai animasi dari bertarung ala RPG (Role Playing Game) Jepang yang sangat memakan waktu.
Equipment Game Diablo II yang Unik
Salah satu ciri khas dari perusahaan pembuat game Blizzard yang paling unik adalah adanya kemampuan mereka untuk dapat menghadirkan sistem equipment yang bisa dibilang epik. Semua equipment yang telah didapatkan dari banyak monster bisa seolah-olah muncul dalam bentuk yang probabilitas serta random, tidak adanya scipted. Para gamer juga bisa mengujinya dengan memainkan game Diablo II dengan menggunakan dua karakter yang dimainkan secara bersamaan. Para gamer cukup yakin bahwa adanya item serta equipment yang telah didapatkan oleh banyak karakter yang satu akan sangat berbeda dengan adanya karakter yang lain. Monster yang terlihat sama belum tentu juga memunculkan equipment yang sama pula.
Kesempatan untuk dapat melakukan kustomisasi dari berbagai perlengkapan bisa dilakukan melalui sebuah batu semerti amethyst, misalnya juga dapat membuat game Diablo II ini semakin menarik untuk dimainkan. Berbagai perlengkapan dalam game Diablo II yang telah ditambahkan contohnya bebatuan berharga seperti ini biasanya akan menghasilkan efek tertentu di dalam serangan serta sistem pertahanan. Setiap batu yang telah didapatkan akan terasa sangat berharga sekali. Terkadang para gamer game Diablo II takut sekali untuk dapat menggunakannya karena adanya kemungkinan munculnya equipment yang lebih kuat di saat progress permainan game Diablo II.
Skill Tree Game Diablo II
Sistem lain game Diablo II yang harus diacungi jempol adalah adanya pohon skill yang bisa ditawarkan oleh game Diablo II, yang telah menjadi rujukan yang cukup banyak di dalam setiap game yang bergenre sama yang terlahir setelahnya. Setiap kelas dari karakter di dalam game Diablo II juga memiliki tiga skill yang utama yang bisa dipilih di saat karakter kita sedang level up. Paling menarik adalah bahwa para gamer memiliki kebebasan untuk dapat menentukan gaya di dalam permainan yang para gamer inginkan. Sebagai para gamer bisa saja hanya berfokus pada satu pohon skill saja atau bisa juga secara menyeluruh atau bisa juga mengombinasikan di antara ketiganya. Pilihan Anda sebagai para gamer akan menentukan gaya bermain game Diablo II.
Misalnya ambil salah satu contoh seorang karakter Paladin yang sedang digunakan. Karakter Paladin ini memiliki tiga buah pohon skill, antara lain: skill Offensive Auras, skill Defensive Auras, dan skill Sword Attack. Kecenderungan para gamer untuk dapat menguatkan karakter bagaimana pun caranya bisa membuat lebih tertarik untuk dapat mengambil skill offensive auras serta sama sekali tidak mengambil skill Sword yang merupakan skill milik karakter Paladin sendiri. Apa konsekuensinya yang harus dipikul dengan pilihan skill offensive ini? Gaya permainan yang telah dilakukan akan cenderung lebih kepada permainan terbuka, yang berfokus kepada serangan seperti melee biasa, akan punya daya serang yang tinggi, tetapi memiliki defense yang lemah. Pengetahuan yang dimiliki seperti ini kemudian bisa membuat kita secara otomatis akan berusaha menutup berbagai celah yang sangat mungkin jadi kelemahan dari karakter Paladin.
Semua Kebutuhan di Game Diablo II Terpenuhi
Sensasi yang telah seringkali saya temukan di saat bermain game Diablo II adalah bahwa game Diablo II ini memang bisa menghadirkan banyak sekali fitur yang memang benar-benar bisa membuat para gamer berfokus hanya kepada permainan serta bukannya diribetkan oleh hal-hal yang bersifat teknis. Semua yang kita perlukan untuk mendapatkan permainan game Diablo II yang sangat nyaman sudah semua dapatkan. Anda bisa dengan mudah membuka map yang bisa muncul dalam bentuk transparan, mengganti equipment dengan cara sistem drag, membuka lebih dari 1 windows di saat permainan game Diablo II, fitur waypoint, fitur scroll to town portal, serta masih banyak hal lainnya lagi. Walaupun terlihat sangat kecil, sistem game Diablo II yang seperti inilah yang akan membuat para gamer bisa semakin menikmati permainan.
Multiplayer Game Diablo II
Poin yang paling UTAMA mengapa para gamer mencintai game Diablo II adalah adannya sistem Multiplayer yang telah mereka tawarkan. Saya masih selalu ingat bagaimana ketika dulu saya bersusah payah pergi ke warnet dengan menempuh jarak yang cukup jauh hanya karena untuk bisa memainkan game Diablo II ini secara multiplayer. Berburu banyak monster serta menyelesaikan quest dengan bersama dan membuat permainan game Diablo II semakin menyenangkan.
Apa yang Dibenci dari Game Diablo II?
Jika membicarakan kekurangan dari game Diablo II, saya harus mengakui bahwa agak kesulitan untuk dapat menemukan celah itu. Namun hanya terdapat dua hal yang bisa saya rasakan sebagai kekurangan dari game Diablo II ini, diantaranya:
Tidak ada Sub-Quest Game Diablo II
Quest-quest yang telah ditawarkan game Diablo II memang telah hadir di dalam jumlah yang terbatas. Seringkali, hanya ada 6 tugas yang harus para gamer selesaikan sebelum dapat berpindah ke dalam kota yang lainnya. Namun, para gamer tidak akan pernah menemukan sistem sub-quest yang sama sekali sering ditemukan di dalam game RPG (Role Playing Game) yang lainnya. Jangan dapat berharap Anda akan bisa mendapatkan permintaan berbagai bantuan terutama dari random NPC yang mungkin ada di kota. Setiap ada quest yang harus dilakukan akan tercatat sebagai quest yang utama akan dibutuhkan untuk dapat melanjutkan progress permainan game Diablo II.
Quest Tanpa Penjelasan Game Diablo II
Salah satu dari kekurangan lain yang lumayan cukup mengganggu adalah dengan adanya penjelasan tentang banyak Quest yang sering kali terasa sangat minim sekali. Anda hanya terkadang disuruh untuk membunuh monster A saja di suatu tempat B, dan hanya itu saja. Anda tidak akan diberi tahu lokasi dengan tepatnya di tempat B ini serta yang harus dapat dipersiapkan untuk lanjutannya melawan monster A. Walaupun, hal ini terkadang merupakan “kekurangan”, tetapi hal seperti ini justru malah akan menghasilkan keuntungan bagi para pemain lewat beberapa kesempatan dari leveling up yang telah dihadirkan, tapi bagi saya sendiri hal ini tetap saja dirasa mengganggu ketika bermain game Diablo II.
Sensasi Setelah Memainkannya Kembali Game Diablo II
Memainkan game Diablo II kembali setelah kurang lebih 7 tahun tidak pernah menyentuhnya akan benar-benar terasa nostalgia. Kemampuan game Diablo II ini hanya untuk menghadirkan pengalaman dalam bermain yang bisa maksimal sepertinya tidak pernah berhenti dan game Diablo II ini masih terasa relevan sekali hingga masa saat ini. Saya mulai merasa perusahaan pembuat game Diablo II yang bernama Blizzard memang telah memiliki banyak kapasitas untuk dapat melahirkan sebuah game Diablo II yang mahakarya yang tidak tahu bagaimana caranya, masih saja game Diablo II ini tetap menyenangkan untuk dimainkan setelah lebih dari 11 tahun perilisan gamenya.
Kualitas grafis serta resolusi game Diablo II ini mungkin akan menjadi masalah untuk perkembangan teknologi di masa saat ini, namun tidak akan menjadi penghalang di dalam permainan yang bersifat signifikan. Para gamer bahkan harus berkomitmen untuk hanya sekadar bisa memainkan game Diablo II ini untuk hanya kepentingan nostalgame dikarenakan tidak tahu bagaimana otak akan terus menerus memaksa untuk dapat kembali menyelesaikan permainan di dalam game Diablo II walau pun ini sekali lagi. Harus juga diakui, game Diablo II ini masih sangat pantas Anda mainkan sampai masa saat ini. Apalagi untuk para gamer PC (Personal Computer) yang belum pernah sama sekali mengenal game Diablo II ini sebelumnya.
Jangan ragu untuk hanya berbagi pengalaman apabila Anda termasuk ke dalam seorang yang mengagumi game Diablo II ini pada masa kejayaannya dahulu kala. Jika semua dari tulisan di atas masih belum dapat memberikan nuansa yang kental dengan suasana nostalgia yang sangat kentara untuk Anda, mungkin dengan adanya tulisan di bawah ini akan sedikit membantu Anda.
Spesifikasi Game Diablo II’s Single-Player PC (Personal Computer) Sistem Disarankan:
Sistem Operasi : Microsoft Windows® 2000*, 95, 98, or NT 4.0 Service Pack 5
Prosessor : Pentium® 233 atau persamaannya
Sistem Memori : 32 MB RAM
Kapasitas Hard Disk : 650 MB kapasitas hard drive
Pembaca Optik : 4X CD-ROM drive
Kartu Grafis : DirectX™ kompatibel kartu video
Para gamer di platform komputer PC (Personal Computer) untuk generasi masa kini mungkin mengenal engembang game Blizzard untuk pertama kalinya bisa melewati game RTS yang sangat fenomenal bagi mereka para gamer PC (Personal Computer), contohnya, seperti game Warcraft III dan game Starcraft II yang hingga saat ini masih diminati. Namun, untuk kita para gamer yang sempat mencicipi game platform PC (Personal Computer) yang kurang lebih ada 10 tahun-an yang telah lalu, terdapat salah satu game yang bisa cukup membekas di dalam hati adalah game seri Diablo. Game Action-RPG (Role Playing Game) Diablo ini sempat menjadi game yang trendsetter serta sekaligus menjadi ikon dari kebangkitan game genre action-RPG (Role Playing Game) di dalam industri game. Lewat game Diablo jugalah kemudian dunia game mulai mengenal konsep game RPG (Role Playing Game) ala barat yang sangat jauh berbeda sekali dibandingkan dengan yang ditawarkan oleh game dari Negara Jepang.
Sayangnya, dikarenakan adanya keterbatasan dana di masa yang telah lalu, saya tidak punya berkesempatan untuk dapat memainkan seri game Diablo yang pertama kali. Ketika banyak perangkat komputer PC (Personal Computer) telah mulai banyak sekali diminati dan adanya kesempatan untuk bisa merakit sebuah sistem gaming yang paling sederhana sudah dapat dengan mudah dilakukan. Karena itu, game Diablo II bisa langsung menjadi masuk ke dalam katalog permainan game yang wajib dan harus dimainkan. Apalagi terdapat beberapa warnet (warung internet) di masa itu juga telah menyediakan game Diablo II ini serta menawarkan kesempatan untuk dapat bermain secara multiplayer menggunakan koneksi dalam jaringan LAN. Sejak saat itulah game Diablo II ini mulai menguras waktu istirahat dan tidur saya.
Sebagai seorang gamer yang telah terlebih dahulu mencoba memainkan sistem permainan game RPG (Role Playing Game) ala Jepang, game Diablo II ini benar-benar telah hadir dengan menggunakan konsep yang jauh lebih berbeda di masa itu. Game Diablo II ini tidak seperti game Final Fantasy VIII atau game Suikoden II yang sistem permainannya menggunakan sistem giliran untuk dapat bertarung, game Diablo II telah hadir dengan menggunakan sistem pertarungann yang lebih kepada sifat game action. Layaknya sebuah game yang bergenre petualangan biasa yang telah disusupi oleh berbagai elemen game bergenre RPG (Role Playing Game) yang sangat kental. Fitur di dalam game Diablo II ini, seperti: Item, level, equipment, skill, serta berbagai macam quest yang bisa membuat Anda tidak akan bisa berpaling dari game Diablo II ini. Ini adalah game Diablo II yang merupakan salah satu game bergenre Action-RPG (Role Playing Game) paling terbaik yang sudah pernah saya mainkan sendiri.
Plot
Cerita yang paling seru ditawarkan oleh game Diablo II sebenarnya merupakan satu kelanjutan dari seri pertama game Diablo I. Di seri pertama game Diablo I, terdapat sang ksatria yang tidak tau namanya pada akhirnya sang ksatria tersebut berhasil mengalahkan seorang Diablo dan menjamin kebebasan nafas bagi dunia telah kembali. Namun, di dalam perjuangannya itu, sang ksatria juga telah memasukkan sedikit esensinya Diablo ke dalam tubuh sang ksatrianya sendiri. Hal ini dilakukan oleh sang ksatria untuk bisa mendapatkan kekuatan yang lebih jauh dan lebih besar. Namun, justru sebaliknya ternyata elemen yang diperoleh dari Diablo ini justru secara perlahan-lahan telah meracuni serta telah mengambil alih tubuhnya sang Ksatria sendiri, dan telah menjadikannya ancaman yang selanjutnya.
Kita telah berperan sebagai para petualang yang singgah di tempat yang bernama Rogue Encampment. Berkat adanya cerita dari seorang Deckard Cain, sang karakter atau tokoh utama mulai memahami berbagai ancaman yang telah ada di depan matanya. Oleh karena itu, sang karakter akan memutuskan untuk menyelidiki berbagai ancaman serta kelahiran kembali tokoh sang Diablo dan akan berencana untuk dapat menghentikannya. Akhirnya, perjalanan panjang kita pun akan dimulai.
Apa yang Para Gamer Suka dari Diablo II?
Varian Kelas Karakter Tokoh Game Diablo II
Salah satu yang telah membuat para gamer jatuh cinta dengan game Diablo II adalah tersedianya banyak varian kelas karakter yang telah dihadirkan di dalamnya. Ada karakter Barbarian, karakter Assassin, karakter Necromancer, karakter Paladin, karakter Druid, karakter Amazon, dan karakter Sorceress. Setiap dari karakter tersebut memiliki karakteristik dan skill yang sangat jauh berbeda antara satu sama lainnya. Oleh karena itu, diperlukan serta membutuhkan strategi permainan game Diablo II yang berbeda pula. Tidak akan heran jika kemudian game Diablo II telah memiliki replay value yang lumayan cukup tinggi. Ada dua kelas karakter yang menjadi favorit para gamer, yaitu karakter Paladin dan karakter Necromancer. Entah mengapa demikian, karena skill kedua kelas karakter ini terlihat lebih mudah untuk dapat diadaptasikan ke dalam berbagai pertarungan. Apalagi karakter Paladin yang bisa mengandalkan berbagai macam aura untuk bisa meningkatkan status serta daya serangnya.
Leveling Game Diablo II
Kegiatan yang paling banyak menghabiskan waktu di saat memainkan game RPG (Role Playing Game) apapun sudah tentu dan pasti adalah masalah leveling. Berbagai macam usaha untuk dapat menaikkan level serta stats dari beberapa karakter ini memang sangat membutuhkan waktu dan tenaga yang ekstra, namun dengan adanya reward yang terkadang dapat memuaskan para gamer. Ada suatu hal yang cukup membuat para gamer senang dengan adanya sistem leveling dari game Diablo II.
Pertama, mungkin karena adanya musuh yang seringkali datang dalam jumlah yang sangat masif dan dapat membuat Anda tidak perlu lagi banyak bergerak hanya karena sekadar mencari banyak musuh serta leveling up. Kedua, adanya beberapa titik yang bisa menyediakan Experience Shrine yang juga dapat meningkatkan exp yang juga bisa para gamer dapatkan dari tiap musuh yang telah dibunuh dalam suatu waktu tertentu. Ketiga, karena adanya pertarungan yang bergerak jauh dan cepat, sehingga para gamer tidak akan merasakan kehabisan waktu karena adanya berbagai animasi dari bertarung ala RPG (Role Playing Game) Jepang yang sangat memakan waktu.
Equipment Game Diablo II yang Unik
Salah satu ciri khas dari perusahaan pembuat game Blizzard yang paling unik adalah adanya kemampuan mereka untuk dapat menghadirkan sistem equipment yang bisa dibilang epik. Semua equipment yang telah didapatkan dari banyak monster bisa seolah-olah muncul dalam bentuk yang probabilitas serta random, tidak adanya scipted. Para gamer juga bisa mengujinya dengan memainkan game Diablo II dengan menggunakan dua karakter yang dimainkan secara bersamaan. Para gamer cukup yakin bahwa adanya item serta equipment yang telah didapatkan oleh banyak karakter yang satu akan sangat berbeda dengan adanya karakter yang lain. Monster yang terlihat sama belum tentu juga memunculkan equipment yang sama pula.
Kesempatan untuk dapat melakukan kustomisasi dari berbagai perlengkapan bisa dilakukan melalui sebuah batu semerti amethyst, misalnya juga dapat membuat game Diablo II ini semakin menarik untuk dimainkan. Berbagai perlengkapan dalam game Diablo II yang telah ditambahkan contohnya bebatuan berharga seperti ini biasanya akan menghasilkan efek tertentu di dalam serangan serta sistem pertahanan. Setiap batu yang telah didapatkan akan terasa sangat berharga sekali. Terkadang para gamer game Diablo II takut sekali untuk dapat menggunakannya karena adanya kemungkinan munculnya equipment yang lebih kuat di saat progress permainan game Diablo II.
Skill Tree Game Diablo II
Sistem lain game Diablo II yang harus diacungi jempol adalah adanya pohon skill yang bisa ditawarkan oleh game Diablo II, yang telah menjadi rujukan yang cukup banyak di dalam setiap game yang bergenre sama yang terlahir setelahnya. Setiap kelas dari karakter di dalam game Diablo II juga memiliki tiga skill yang utama yang bisa dipilih di saat karakter kita sedang level up. Paling menarik adalah bahwa para gamer memiliki kebebasan untuk dapat menentukan gaya di dalam permainan yang para gamer inginkan. Sebagai para gamer bisa saja hanya berfokus pada satu pohon skill saja atau bisa juga secara menyeluruh atau bisa juga mengombinasikan di antara ketiganya. Pilihan Anda sebagai para gamer akan menentukan gaya bermain game Diablo II.
Misalnya ambil salah satu contoh seorang karakter Paladin yang sedang digunakan. Karakter Paladin ini memiliki tiga buah pohon skill, antara lain: skill Offensive Auras, skill Defensive Auras, dan skill Sword Attack. Kecenderungan para gamer untuk dapat menguatkan karakter bagaimana pun caranya bisa membuat lebih tertarik untuk dapat mengambil skill offensive auras serta sama sekali tidak mengambil skill Sword yang merupakan skill milik karakter Paladin sendiri. Apa konsekuensinya yang harus dipikul dengan pilihan skill offensive ini? Gaya permainan yang telah dilakukan akan cenderung lebih kepada permainan terbuka, yang berfokus kepada serangan seperti melee biasa, akan punya daya serang yang tinggi, tetapi memiliki defense yang lemah. Pengetahuan yang dimiliki seperti ini kemudian bisa membuat kita secara otomatis akan berusaha menutup berbagai celah yang sangat mungkin jadi kelemahan dari karakter Paladin.
Semua Kebutuhan di Game Diablo II Terpenuhi
Sensasi yang telah seringkali saya temukan di saat bermain game Diablo II adalah bahwa game Diablo II ini memang bisa menghadirkan banyak sekali fitur yang memang benar-benar bisa membuat para gamer berfokus hanya kepada permainan serta bukannya diribetkan oleh hal-hal yang bersifat teknis. Semua yang kita perlukan untuk mendapatkan permainan game Diablo II yang sangat nyaman sudah semua dapatkan. Anda bisa dengan mudah membuka map yang bisa muncul dalam bentuk transparan, mengganti equipment dengan cara sistem drag, membuka lebih dari 1 windows di saat permainan game Diablo II, fitur waypoint, fitur scroll to town portal, serta masih banyak hal lainnya lagi. Walaupun terlihat sangat kecil, sistem game Diablo II yang seperti inilah yang akan membuat para gamer bisa semakin menikmati permainan.
Multiplayer Game Diablo II
Poin yang paling UTAMA mengapa para gamer mencintai game Diablo II adalah adannya sistem Multiplayer yang telah mereka tawarkan. Saya masih selalu ingat bagaimana ketika dulu saya bersusah payah pergi ke warnet dengan menempuh jarak yang cukup jauh hanya karena untuk bisa memainkan game Diablo II ini secara multiplayer. Berburu banyak monster serta menyelesaikan quest dengan bersama dan membuat permainan game Diablo II semakin menyenangkan.
Apa yang Dibenci dari Game Diablo II?
Jika membicarakan kekurangan dari game Diablo II, saya harus mengakui bahwa agak kesulitan untuk dapat menemukan celah itu. Namun hanya terdapat dua hal yang bisa saya rasakan sebagai kekurangan dari game Diablo II ini, diantaranya:
Tidak ada Sub-Quest Game Diablo II
Quest-quest yang telah ditawarkan game Diablo II memang telah hadir di dalam jumlah yang terbatas. Seringkali, hanya ada 6 tugas yang harus para gamer selesaikan sebelum dapat berpindah ke dalam kota yang lainnya. Namun, para gamer tidak akan pernah menemukan sistem sub-quest yang sama sekali sering ditemukan di dalam game RPG (Role Playing Game) yang lainnya. Jangan dapat berharap Anda akan bisa mendapatkan permintaan berbagai bantuan terutama dari random NPC yang mungkin ada di kota. Setiap ada quest yang harus dilakukan akan tercatat sebagai quest yang utama akan dibutuhkan untuk dapat melanjutkan progress permainan game Diablo II.
Quest Tanpa Penjelasan Game Diablo II
Salah satu dari kekurangan lain yang lumayan cukup mengganggu adalah dengan adanya penjelasan tentang banyak Quest yang sering kali terasa sangat minim sekali. Anda hanya terkadang disuruh untuk membunuh monster A saja di suatu tempat B, dan hanya itu saja. Anda tidak akan diberi tahu lokasi dengan tepatnya di tempat B ini serta yang harus dapat dipersiapkan untuk lanjutannya melawan monster A. Walaupun, hal ini terkadang merupakan “kekurangan”, tetapi hal seperti ini justru malah akan menghasilkan keuntungan bagi para pemain lewat beberapa kesempatan dari leveling up yang telah dihadirkan, tapi bagi saya sendiri hal ini tetap saja dirasa mengganggu ketika bermain game Diablo II.
Sensasi Setelah Memainkannya Kembali Game Diablo II
Memainkan game Diablo II kembali setelah kurang lebih 7 tahun tidak pernah menyentuhnya akan benar-benar terasa nostalgia. Kemampuan game Diablo II ini hanya untuk menghadirkan pengalaman dalam bermain yang bisa maksimal sepertinya tidak pernah berhenti dan game Diablo II ini masih terasa relevan sekali hingga masa saat ini. Saya mulai merasa perusahaan pembuat game Diablo II yang bernama Blizzard memang telah memiliki banyak kapasitas untuk dapat melahirkan sebuah game Diablo II yang mahakarya yang tidak tahu bagaimana caranya, masih saja game Diablo II ini tetap menyenangkan untuk dimainkan setelah lebih dari 11 tahun perilisan gamenya.
Kualitas grafis serta resolusi game Diablo II ini mungkin akan menjadi masalah untuk perkembangan teknologi di masa saat ini, namun tidak akan menjadi penghalang di dalam permainan yang bersifat signifikan. Para gamer bahkan harus berkomitmen untuk hanya sekadar bisa memainkan game Diablo II ini untuk hanya kepentingan nostalgame dikarenakan tidak tahu bagaimana otak akan terus menerus memaksa untuk dapat kembali menyelesaikan permainan di dalam game Diablo II walau pun ini sekali lagi. Harus juga diakui, game Diablo II ini masih sangat pantas Anda mainkan sampai masa saat ini. Apalagi untuk para gamer PC (Personal Computer) yang belum pernah sama sekali mengenal game Diablo II ini sebelumnya.
Jangan ragu untuk hanya berbagi pengalaman apabila Anda termasuk ke dalam seorang yang mengagumi game Diablo II ini pada masa kejayaannya dahulu kala. Jika semua dari tulisan di atas masih belum dapat memberikan nuansa yang kental dengan suasana nostalgia yang sangat kentara untuk Anda, mungkin dengan adanya tulisan di bawah ini akan sedikit membantu Anda.
Spesifikasi Game Diablo II’s Single-Player PC (Personal Computer) Sistem Disarankan:
Sistem Operasi : Microsoft Windows® 2000*, 95, 98, or NT 4.0 Service Pack 5
Prosessor : Pentium® 233 atau persamaannya
Sistem Memori : 32 MB RAM
Kapasitas Hard Disk : 650 MB kapasitas hard drive
Pembaca Optik : 4X CD-ROM drive
Kartu Grafis : DirectX™ kompatibel kartu video

0 komentar:
Post a Comment