xxx

Wednesday, 1 January 2020

Review Game Torchlight II

Review Game Torchlight II

Game Torchlight II

Untuk mereka para gamer yang menggemari banyak game yang ber-genre action (aksi) RPG (Role Playing Game) yang bergaya dengan menggunakan kamera berteknologi isometrik. Game Torchlight II ini tentu saja bukan lagi nama game action RPG yang terdengar sangat asing di telinga. Game (permainan) Torchlight ini yang dikembangkan oleh perusahaan game yang bernama Runic Games ini memang harus diakui kelebihan dalam permainan game nya. Game Torchlight II ini sangat memiliki hubungan yang dekat dan unik dengan game Diablo, game Diablo yang bertipe sama dengan game yang diciptakan oleh perusahaan game bernama Blizzard. Mengapa bisa dibilang seperti itu? Fakta bahwa perusahaan game yang bernama Runic Games merupakan pecahan dari perusahaan game yang bernama Blizzard sudah tentu akan menjadi suatu elemen game yang diciptakan yang sudah cukup untuk menjelaskan keterkaitan kedua game, yaitu: game Torchligt II dengan game Diablo kedua game tersebut di antaranya. Oleh karena itu, Para gamers tidak perlu heran jika pada akhirnya nama besar dari game Torchlight II akan selalu diperbandingkan dengan game seri Diablo. Hal yang sama dan serupa yang juga kami lakukan di dalam review game Torchlight II ini. Di sisi yang lain, game Diablo juga memang sudah dijadikan standar untuk game RPG (Role Playing Game) yang menggunakan teknologi isometrik yang berkualitas sangat tinggi. Game Torchlight II ini setidaknya hingga game Blizzard yang telah memutuskan untuk menghadirkan suatu langkah yang berbeda-beda untuk seri ketiga gamenya Torchlight II yang sempat dirilis dalam beberapa bulan kemudian.

Para gamer kita kembali ke game Torchlight II. Setelah kesuksesan game Torchlight I seri pertamanya yang juga telah mendapatkan berbagai review yang positif dan mendapat banyak pujian dari berbagai banyak kalangan. Perusahaan pembuat game yang bernama Runic Games akhirnya telah merilis secara resmi game Torchlight II yang merupakan seri keduanya – Torchlight II. Sangat berbeda dengan tujuan game Torchlight awalnya untuk menciptakan sebuah dunia yang mampu menghadirkan kesan MMO yang kental. Perusahaan pembuat game Runic akhirnya lebih memilih untuk menciptakan sebuah game RPG (Role Playing Game) yang bernuansa isometrik serta klasik untuk para pecinta gamer yang mengantisipasinya, namun kali ini di seri game Torchlight II ini terdapat beberapa penambahan, seperti: fitur multiplayer. Penambahan fitur multiplayer di dalam game Torchlight II ini merupakan sebuah keputusan yang harus diakui secara tepat. Anda sebagai para gamer yang sudah menyimak review game Torchlight II ini yang sebelumnya tentu saja sudah cukup untuk mendapatkan sebuah gambaran game Torchlight II ini akan memiliki kesan yang klasik seperti apa yang sedang kami review atau bicarakan di seri game Torchlight II ini. Perusahaan pembuat game Runic telah menciptakan sebuah atmosfer dari permainan game Torchlight II yang telah pasti akan selalu dirindukan oleh banyak gamer para penggemar genre game Torchlight II ini. Hal ini tentu saja di dalam kualitas dari pembuatan game Torchlight II ini yang tidak dapat dianggap remeh. Game Torchlight II ini merupakan sebuah paket game bernuansa nostalgic yang sangat luar biasa.

Lalu hal apa saja yang membuat review game Torchlight II ini dengan beraninya menyatakan bahwa game seri Torchlight II telah datang dengan membawa kualitas performa game yang jauh lebih baik daripada game Diablo 3? Apa saja yang sebenarnya akan ditawarkan oleh perusahaan pembuat game Runic di seri terbaru game Torchlight II ini? Untuk itu, review dari game Torchlight II ini akan mengupasnya lebih mendalam lagi.

Plot
Game Torchlight II ini telah diposisikan sebagai sebuah sekuel yang resmi dari seri game Torchlight yang pertama. Sesudah ketiga pahlawan di seri pertama game Torchlight I berhasil memenangkan permainan serta mengalahkan dan mengurung musuhnya yang bernama Ordrak – sang musuh yang merupakan sumber masalah di seri pertama game Torchlight I, kemudian dunia di dalam game Torchlight I telah hidup di dalam masa-masa yang penuh dengan kedamaian. Akan tetapi, kedamaian di seri pertama game Torchlight I tidak berlangsung dengan lama. Bertahun-tahun lamanya setelahnya, ada kemunculan seseorang sangat misterius yang disebut sebagai The Alchemist. Seorang The Alchemist ini justru sangat berambisi untuk bisa memanfaatkan hati dari musuh game, yaitu sang Ordrak sendiri, berupa sebuah artifak yang biasa disebut dengan the Heart of Ordrak. Untuk yang kedua kalinya lagi, dunia di dalam game Torchlight II harus berhadapan kembali dengan suatu ancaman yang terbesar yang bisa mereka temukan. Makhluk-makhluk dari dunia kegelapan telah kembali menjadi ancaman. Makhluk-makhluk dari dunia kegelapan ini membantu seorang yang bernama The Alchemist yang telah mengacaukan keseimbangan dari enam elemen di alam dunia ini. Para makhluk-makhluk yang suci pun – bernama The Guardian dari berbagai elemen pun telah menjadi sasaran kejahatan seorang The Alchemist.

Para gamer sendiri yang akan memerankan permainan satu dari keempat kelas karakter game yang ada, antara lain: The Engineer yang bertugas menggandakan berbagai serangan melee sebagai kekuatan yang utama, Outlander – sang pengguna dari senjata yang bernama range, The Berserker yang merupakan seorang Druid, dan Embermage – seorang mage yang memiliki kemampuan untuk menggunakan magic-magic atau sihir-sihir kelas tinggi. Salah satu dari keempat  karakter game Torchlight II inilah yang akan menjadi andalan para gamer untuk menyelamatkan dunia di dalam game Torchlight II yang sekarang juga terancam oleh seorang yang bernama The Blight. Lalu muncul pertanyaan, bagaimana dengan kelas dari karakter game Torchlight I yang telah muncul di seri pertama dahulu? Walaupun semua karakter di dalam seri pertama game Torchlight I tidak dapat lagi dipergunakan, mereka akan tetap selalu hadir sebagai NPC untuk dapat memperkuat kesan berkesinambungan dari cerita game Torchlight I seri pertama dan game Torchlight II seri kedua yang ada.

Lalu apa saja yang sebenarnya berusaha dicapai oleh seorang misterius bernama The Alchemist serta Heart of Ordrak ini? Lalu siapakah yang sangat berkepentingan di balik semua kekacauan ini? Mampukah para gamer serta para jagoan kita menghentikan sepak terjang The Alchemist serta Heart of Ordrak? Tentu saja para gamer harus memainkan game Torchlight II ini untuk dapat mengetahui jawabannya.
Oleh karena sebagian besar dari Anda, terutama para gamer penggemar game Diablo 3, mungkin sudah banyak cukup kebingungan dengan modal keberanian kami untuk menjadikan game Torchlight 2 sebagai suatu standar dari game RPG (Role Playing Game) isometrik yang baru. Game Torchlight II ini telah mengalahkan nama besar dari game Diablo 3 yang sudah ditunggu oleh para gamer sejak bertahun-tahun lamanya. Hal ini tentu saja hanya berlaku bagi para gamer Diablo yang telah sempat menikmati permainan dua seri pertama dari game Diablo serta menikmati bagaimana perusahaan pembuat game Blizzard telah menciptakan suatu mekanisme dari gameplay yang akan secara terus-menerus merangsang naluri permainan game role-playing Anda sebagai para gamer. Ini adalah sesuatu yang harus diakui, tentang kegagalan dilakukan oleh game Diablo 3 yang telah datang dengan membawa perubahan di dalam gameplay yang sangat signifikan sekali. Game Diablo 3 dibangun dengan membawa basis MMO, namun dengan dunia di dalam game Diablo 3 yang tergolong sangat sempit. Selain itu, perusahaan pembuat game Blizzard yang datang dengan beraneka ragam perubahan secara radikal yang hampir dapat membuat seri game Diablo 3 ini kehilangan identitas seluruhnya. Di sisi yang lain, Anda sebagai gamer justru akan menemukan bahwa semua hal yang Anda pikirkan dan inginkan tersebut terdapat kesemuanya di dalam game Torchlight II.

Game Torchlight II adalah sebuah game yang bergenre action RPG (Role Playing Game) yang isometrik klasik dan memang game ini sempat menjadi tren di masa yang lalu. Anda sebagai gamer hanya akan mengandalkan kemampuan mouse saja untuk dapat melakukan pergerakan serta menyerang setiap musuh-musuh yang akan Anda temui di sepanjang permainan dalam game Torchlight II. Sementara itu, keyboard (papan ketik) hanya akan digunakan sebagai navigasi arah utama untuk beragam skill (kemampuan) dan menu game yang dapat dengan mudah diakses kapan saja. Sejak dari pertama review game Torchlight II ini, kami selalu menyebut game Torchlight II ini sebagai kesempatan untuk bisa menikmati sebuah game yang bergenre RPG (Role Playing Game) isometrik klasik ala dua seri pada awal game Diablo. Bagi Anda para gamer yang sudah pernah sempat merasakan suatu mekansime ini di masa yang lalu, game Torchlight II ini telah menawarkan kesemua elemen yang akan saling menyempurnakan sisi game RPG role-playing game yang sangat Anda butuhkan. Game Torchlight II ini tidak hanya sekedar level serta looting, Anda para gamer kembali akan menemui suatu sistem attribute points serta skill points yang akan membuka suatu kebebasan untuk menciptakan suatu karakter apapun sesuai dengan yang Anda inginkan. Dalam game Torchlight II ini juga diperkuat dengan adanya sistem pet-nya yang sangat unik.

Meraih suatu experience points serta mencapai suatu level tertentu di dalam game Torchlight II ini tidak lantas akan pernah membuat karakter tokoh game Anda akan menjadi lebih kuat secara otomatis. Untuk setiap level game Torchlight II yang telah berhasil Anda dapatkan. Tentu saja para gamer akan dibekali sesuatu dengan nilai 5 points attribute serta nilai 1 skill points per setiap level. Terlepas dari semua karakter game Torchlight II apapun yang akan Anda pergunakan, Anda akan selalu membangun suatu karakter tokoh game yang sesuai dengan yang Anda ingikan dengan cara memperkuatnya di beberapa status misi atau level tertentu. Ada suatu Strength untuk meningkatkan daya rusak senjata, Dexterity dipergunakan untuk kesempatan critical serta dodge, Focus digunakan untuk membuat magic damage dan mana, serta lainnya Vitality yang digunakan untuk memperkuat daya tahan armor dan juga health. Dengan sistem game Torchlight II yang seperti ini, Anda dapat dengan mudah membentuk suatu karakter apapun sesuai dengan yang yang Anda inginkan. Tidak puas dengan karakter dari Embermage yang hanya dapat mengandalkan magic? Anda dapat dengan mudah untuk memperkuatnya di status Strength serta Armor untuk bisa menciptakan suatu mage yang memiliki dan mampu menyerang baik secara fisik maupun magic. Sebuah job di dalam game Torchlight II yang seringkali biasa disebut sebagai suatu Battle Mage. Kehadiran suatu attribute points ini dapat memberikan kebebasan buat Anda untuk dapat menciptakan suatu karakter tokoh game Torchlight II yang sedang Anda mainkan. Lalu bagaimana dengan karakter tokoh dari yang kami mainkan sendiri? Seperti suatu kebiasaan yang sering kami lakukan sebelumnya, kami lebih ke arah memilih karakter tokoh game untuk dapat menerapkan suatu sistem min-max di Outlander yang kami lakukan. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan suatu damage critical teramat super besar yang selalu konsisten.

Kebebasan di dalam game Torchlight II ini untuk dapat menciptakan suatu karakter tokoh yang Anda inginkan ini memang bertujuan untuk memperkuat suatu kesan bahwa game Torchlight II ini adalah game RPG role-playing klasik yang sangat kuat, namun kebebasan di dalam game Torchlight II ini untuk menentukan nilai dari skill points dan juga untuk memainkan peranan tokoh yang penting di dalamnya. Setiap kelas di dalam game Torchlight II ini akan memiliki sebanyak tiga cabang skill yang terdiri atas active serta passive skills. Dengan adanya ragam skill yang sangat begitu masif, hampir tidak terdapat suatu standar yang pasti untuk dapat memainkan game Torchlight II. Setelah mencapai suatu level tertentu di dalam game Torchlight II, Anda akan dapat memilih suatu skill yang sesuai dengan yang Anda inginkan. Anda bisa membentuk suatu karakter atau tokoh game Torchlight II dengan cara memperkuat beberapa skill tokoh yang telah Anda pilih, atau bisa mencari permainan atau game yang lebih aktif lagi dengan cara membuka banyak varian dari skill yang akan jauh lebih besar lagi. Ini semua sangat tergantung pada semua keputusan Anda sendiri. Skill points game Torchlight II ini tidak hanya bisa didapatkan hanya dari leveling saja, tetapi juga bisa mencapai suatu tingkat FAME tertentu yang hanya bisa diperoleh dengan cara membunuh banyak beragam Boss serta musuh yang memiliki level Champion.
Skill serta Attribute points game Torchlight II yang telah diterapkan oleh Runic memang seolah-olah telah menjadi oase di tengah maraknya tren game yang bergenre action RPG (Role Playing Game) yang semakin lama genre game action RPG (Role Playing Game) kian banyak menutup probabilitas untuk dapat menciptakan karakter tokoh dengan tanpa batas. Di dalam game Torchlight II ini Anda akan disediakan dengan suatu dunia, yang tidak hanya memiliki luas dengan banyak ragam side serta main mission, tetapi juga ada segudang tantangan di dalam game Torchlight II ini. Selain itu, Anda juga akan sering dihadapkan kepada dungeon yang telah dibentuk dengan acak, serta memastikan suatu pengalaman yang berbeda-beda setiap kali Anda masuk dan mengakses game Torchlight II ini. Apa yang mau Anda capai bisa dengan cara eksplorasi paling terbaik yang dapat Anda lakukan di game Torchlight II ini? Game Torchlight II ini tidak perlu diragukan lagi, seperti adanya looting yang sudah jauh lebih baik. Adanya equipment yang lebih langka yang memiliki status jauh lebih baik yang akan menjadi suatu misi pencarian yang tak akan dapat berakhir. Anda juga dapat memperkuat dari setiap equipment dengan banyak ragam cara, diantaranya: gem socket serta enhancement. Terdapat beberapa senjata bahkan ada yang menyediakan suatu syarat tertentu agar supaya dapat tumbuh dengan lebih kuat lagi.

Andalkan Pet Anda di dalam setiap Pertempuran!
Salah satu dari fitur unik yang bisa membuat game Torchlight II ini berbeda dengan game action RPG (Role Playing Game) isometrik yang lainnya adalah telah hadirnya suatu sistem pet atau binatang peliharaan yang akan menolong dengan setia serta selalu menemani perjalanan Anda dalam memainkan game Torchlight II. Walaupun game Torchlight II hadir dengan banyak ragam bentuk yang sangat lucu serta akan tampak terlihat hampir tidak terdapat bahayanya, binatang peliharaan di dalam game Torchlight II ini akan selalu dapat memainkan suatu peranan yang penting di dalam permainan game Torchlight II ini. Seperti di dalam suatu sistem pet yang sangat mungkin akan selalu sering Anda temukan di game yang bergenre MMO, binatang Anda juga dapat diminta untuk membantu misi Anda, seperti menyerang musuh, bertahan, atau bisa juga hanya diam pasif saja selama Anda sedang terlibat di dalam suatu pertempuran. Binatang peliharaan ini juga bisa berfungsi untuk pengiriman barang atau kurir untuk bisa membantu tugas Anda yang menjual equipment serta suatu item yang tidak terpakai dengan cara yang cepat, dan Anda tidak perlu untuk bergerak atau menuju ke kota. Apakah hanya itu saja? Tentu saja masih ada lagi lainnya. Hidup Anda di dalam game Torchlight II ini justru akan sangat memiliki ketergantungan pada binatang peliharaan yang satu ini.

Daripada para gamer melihat petnya sebagai binatang peliharaan, pet ini lebih cocok lagi apabila dilihat sebagai NPC atau setara dengan sesuatu yang dapat dimodifikasi sedemikian rupa sehingga sesuai dengan keinginan para gamer itu sendiri. Lalu bagaimana caranya? Seperti halnya karakter tokoh yang Anda mainkan, pet (binatang peliharaan) Anda akan mencapai suatu level serta akan mendapatkan status yang jauh lebih kuat seiring dengan bertambahnya progress atau banyak misi yang terselesaikan oleh karakter utama Anda. Equipmentnya itu sendiri juga sudah cukup dibilang menarik, terdiri dari: tiga slot yang utama – yaitu ada dua buah tag serta ada satu buah collar yang sudah tentu akan menghasilkan efeknya dengan sendiri-sendiri. Lalu di sebelah mana bagian terbaiknya? Seperti halnya dengan seorang yang memiliki karakter NPC, Anda sebagai gamer juga dapat menyuntikkan sebanyak empat skill untuk karakter tokohnya. AI pet atau binatang peliharaan ini sendir sudahi cukup pintar untuk bisa beradaptasi dengan suatu kondisi di dalam pertarungan yang ada, di mana skill yang dipergunakan di dalam pertempuran akan segera aktif begitu Anda telah masuk ke dalam suatu pertarungan. Kemudian, bagaimana dengan proses implementasinya tersebut?

Sebagai seorang yang outlander dari dual-gunner yang dengan tak ubahnya menjadi seorang rogue, kami telah membangun suatu karakter yang berfungsi sebagai seorang damager (perusak) yang telah mampu menghasilkan suatu damage (kerusakan) besar lewat berbagai serangan yang sangat cepat, efektif, serta critical dan secara konsisten. Apa masalahnya? Dengan cara mengalokasikan diri daripada sisi untuk menonjolkan strength serta dexterity-nya saja, seorang Outlander akan menjadi target atau sasaran yang empuk sekali karena memiliki jumlah health yang sangat begitu minim. Mengandalkan kemampuan seorang diri pada equipment yang telah ada dan dimiliki juga tidak lantas akan membuatnya sudah cukup kuat untuk dapat menahan berbagai serangan yang secara langsung. Oleh karena itu, cara yang terbaik adalah dengan cara menjadikan pet (binatang peliharaan) kami sebagai tanker saja yang selalu berada di barisan depan, sementara untuk seorang Outlander kami juga telah mengirimkan beberapa damage yang sebesar-besarnya yang berada di posisi dari garis paling belakang. Tidak cuma itu saja, kami juga melakukan hal lain untuk memperkuat beberapa skill yang bisa support untuk si pet ini atau binatang peliharaan. Satu skill dipergunakan untuk memastikan apabila serangannya sudah cukup mampu menghasilkan suatu efek slow, serta satu lagi yang lainnya dipergunakan untuk skill stun. Sementara bagaimana dengan dua skill lainnya? Sang pet atau binatang peliharaan ini akan secara berkala mengeluarkan atau menelurkan minion-minion banyak zombie yang bisa menjadi pemanah serta melee. Lalu bagaimana dengan hasilnya? Kami juga telah menciptakan seorang penyerang dual-gunner ala rogue yang bisa juga memiliki banyak minion untuk dapat melakukan decoy suatu serangan ala Necromancer. Pet atau binatang peliharaan ini akan bisa membantu daripada kebebasan bermain role-playing game yang sesuai dengan Anda inginkan. Tidak cuma itu saja, adanya fitur memancing juga bisa dihadirkan untuk dapat menyediakan sumber makanan tertentu yang memiliki kemampuan dapat mengubah daripada bentuk pet (hewan peliharaan) itu sendiri, sudah tentu saja dengan menggunakan karakteristik pet-nya sendiri.

Eksperimen Bagian yang Pertama dengan Menggunakan Mode Multiplayer

Apa yang bisa membuat game Torchlight II sangat berbeda dengan seri game Torchlight I pertamanya? Salah satu perbedaannya yang sangat paling signifikan sudah barang tentu saja adanya kehadiran fitur mode multiplayer yang telah disuntikkan untuk game Torchlight II. Dengan genre game Torchlight II action RPG (Role Playing Game) isometrik yang telah diusungnya, sehingga sudah tidak perlu kita ragukan kembali bahwa adanya fitur ini sudah tentu saja yang akan menjadi suatu pelengkap yang dapat menyempurnakan seluruh pengalaman yang telah ada. Anda dapat juga membuka suatu ruang atau hanya sekedar mengikuti open game yang telah dibuka oleh para gamer lain di dalam sebuah tampilan user-interface yang memiliki tampilan sangat sederhana sekali. Setiap satu room dapat diikuti diantara 2 sampai 6 gamer sekaligus di dalam berbagai tingkat atau level kesulitan. Apa keuntungannya? Anda sebagai gamer tentu saja akan mendapatkan berbagai ekstra loot yang jauh lebih berharga,  experience points (poin pengalaman), fame points, serta tentu saja untuk pertempuran yang akan jauh terjadi lebih intens. Anda sebagai gamer juga dapat dengan mudah melakukan trade (perdagangan) secara langsung dengan para gamer yang lain untuk mendapatkan suatu equipment yang sedang Anda butuhkan. Lalu bagaimana dengan adanya masalah loot? Anda para gamer bisa tenang saja, karena setiap para gamer akan mendapatkan suatu loot pribadi dari mereka masing-masing, sehingga tidak akan terjadi suatu kejadian perebutan yang mungkin bisa saja akan berakhir pada terjadinya konflik.
Namun akan ada beberapa masalah yang bisa membuat pengalaman game Torchlight II multiplayer ini tidak berjalan dengan sempurna. Pertama adalah adanya kesan individualitas yang akan masih terasa dengan kentara ketika Anda atau para gamer bergabung dengan suatu room milik orang lain. Mengapa alasannya? Alih-alih gamer sedang mengikuti suatu misi utama yang lagi ditempuh oleh seorang dari room master, Anda sebagai gamer yang masih membawa misi yang utama daripada single player millik Anda ke dalam suatu room ini. Hanya satu-satunya cara untuk dapat terlibat di dalam pertempuran dengan orang lain adalah dengan cara mengikuti ke mana arah gerak dari karakter milik orang lain. Kami juga telah sempat menemukan adanya beberapa bug dari game Torchlight II ini yang lumayan cukup mengganggu saat Anda “dipaksa” untuk melakukan suatu transisi, yaitu transisi dari mode multiplayer ke mode single player dikarenakan suatu alasan tertentu. Kami juga sempat bertemu dengan suatu skenario di mana terdapat semua musuh yang terdiam untuk dapat membantu dengan tanpa alasan yang sangat jelas setelah melewati beberapa proses skenario yang satu ini. Walaupun ada yang tampil sebagai fitur tambahan yang telah mumpuni, perusahaan pembuat game Runic juga harus diakui telah memiliki suatu pekerjaan rumah yang masih terhitung sangat berat untuk bisa menyempurnaknnya.

Kesimpulan
Apa yang bisa kita simpulkan dari sebuah game Torchlight II? Pilihan perusahaan Runic Games untuk membuang jauh-jauh ambisinya serta menciptakan sebuah dunia MMO untuk game Torchlight II yang satu ini akan menjadi sebuah kebijaksanaan yang akan berbuah manis. Di tengah gersangnya permainan dari game action RPG (Role Playing Game) yang bercita-rasa game ala klasik yang telah memberikan kebebasan permainan bagi para gamer. Untuk itu game Torchlight II telah datang bagaikan sebuah tempat oase yang sangat menyegarkan. Di dalam game Torchlight II ini telah menghadirkan kesemua elemen yang klasik serta memberikan kebebasan para gamer untuk bermain game role-playing game di dalam kapasitas yang terbaiknya, diantaranya: attribute serta skill points, side serta main mission di dalam jumlah yang masif, loots yang sangat pantas untuk dikejar-kejar, serta sistem dari pet yang sangat unik. Semua kapasitas game Torchlight II inilah yang akan membuat game Torchlight II akan lebih mampu tampil dengan memesona, bahkan game Torchlight II ini lebih baik dari seri game serupa yang telah begitu lama dinantikan oleh banyak para gamer – game Diablo 3 dipublish di dalam beberapa bulan yang lalu. Untuk itu, daripada berfokus pada game yang Auction House yang telah mulai terlihat sangat dangkal, perusahaan pembuat game Blizzard sebenarnya akan menampilkan game lebih baik lagi apabila mereka mengembangkan game Diablo 3 dalam suatu bentuk serta konsep yang bisa serupa dengan game Torchlight II. Hasil gamenya? Tanpa diragukan lagi, sebagai seorang gamer pecinta game bergenre action RPG (Role Playing Game) klasik. Di dalam review game Torchlight II ini bahkan berani menyatakan bahwa seri terbaru dari game Torchlight II ini telah jauh lebih baik daripada game Diablo 3 itu sendiri.

Lalu apakah game Torchlight II ini hadir tanpa adanya kekurangan? Ada sedikit atau beberapa hal penting yang sangat pantas untuk para gamer perhatikan. Walaupun game Torchlight II ini telah menghadirkan dunia yang sangat luas untuk dimainkan. Perusahaan pembuat game Runic terhitung sangat kurang  fokus untuk bisa menghadirkan sebuah plot dari game yang menarik dengan bawaan game yang juga terhitung sangat kurang kuat juga. Para gamer akan seringkali menikmati dari game Torchlight II ini tanpa mengingat-ingat kejadian apa yang telah terjadi di awal chapter game Torchlight I serta apa yang menjadikannya alasan yang utama dari petualangan Anda sebagai gamer. Masalah lain di game Torchlight II juga ada terdapat pada visualisasi game seperti ala kartunnya yang juga tidak bisa dibilang game yang sangat memukau. Kekurangan paling terbesar di game Torchlight II? Terdapat ada pada fitur multiplayernya game yang masih datang dengan cita dan rasa individualitas yang masih kental. Daripada para gamer Torchlight II ini hanya sekedar berfokus pada banyak misi single playernya masing-masing saja, ada baiknya apabila perusahaan pembuat game Runic bisa langsung mengintegrasikan banyak misi sang room master untuk dapat menjamin beberapa permainan yang bersama-sama sehingga lebih baik.

Terlepas dari berbagai kekurangan game Torchlight II yang ditunjukkan. Game Torchlight II ini tetaplah sebuah game yang bergenre action RPG (Role Playing Game) isometrik yang terlahir dengan kualitas yang sangat luar biasa, terutama mekanisme game yang bernuansa klasiknya yang kemunculannya bak oase ketika lebih dari sebagian besar game yang terdahulu mengusung tren sama sekarang banyak game yang berusaha meninggalkan identitas mereka lalu kemudian berubah ke haluan lainnya. Game Torchlight II ini tidak perlu diragukan lagi kebagusannya, bahwa game Torchlight II ini adalah game yang bergenre action RPG (Role Playing Game) yang harus para gamer mainkan.
Kelebihan Game Torchlight II

    Gameplay bernuansa klasik dengan menyertakan berbagai attribute serta skill points
    Adanya kebebasan para gamer untuk dapat mengembangkan karakter yang diinginkan
    Loot game dalam jumlah yang lebih masif
    Sistem dari pet yang sangat unik
    Mode penambahan game multiplayer

Kekurangan Game Torchlight II

    Plot game yang tidak kuat
    Visualisasi game juga yang tidak begitu kuat
    Sistem dari multiplayer yang kurang begitu sempurna

Game Torchlight II sangat cocok untuk gamer: yang penggemar game action RPG (Role Playing Game) yang isometrik, serta penggemar game Diablo atau game Baldur’s Gate

Game Torchlight II sangat tidak cocok untuk gamer: yang hanya tahu nama game Diablo 3 saja sebagai game action-RPG (Role Playing Game).

Spesifikasi Game Torchlight 2:
Minimum yang disarankan :

    Sistem Operasi: Microsoft Windows Xp 32 Bit
    Processor: Intel Pentium 4 1.4GHz / AMD Athlon XP 1700+
    Grafis VGA: AMD Radeon HD 3470 or NVIDIA GeForce 210
    Sistem Memori: 1 GB RAM
    Penyimpanan Hard Disk: 1.2 GB Hard drive space
    DirectX 9 Compatible Graphics Card

Disarankan :

    Sistem Operasi: Microsoft Windows Xp 32 Bit
    Processor: Intel Pentium Dual Core E2140 1.60GHz / AMD Athlon 64 X2 Dual Core 3600+
    Kartu Grafis VGA: AMD Radeon HD 6545G2 or NVIDIA GeForce GT 320
    Sistem Memori: 2 GB RAM
    Penyimpanan Hard Disk: 1.2 GB Hard drive space



0 komentar:

Post a Comment